Jamasan Pusaka Tahta Mataram

Prosesi Penjamasan Pusaka Tahta Mataram Simbol Pembersihan Diri dan Kesucian Jiwa

Prosesi Penjamasan Pusaka Tahta Mataram Simbol Pembersihan Diri dan Kesucian Jiwa

Jaten, 24 September 2025 —
Usai pelaksanaan Kirab Pusaka Tahta Mataram, rangkaian acara berlanjut dengan prosesi sakral Penjamasan Pusaka, sebuah tradisi yang penuh makna spiritual dan nilai luhur.

Dalam prosesi yang berlangsung khidmat ini, Ki Galar Titiwangsa, selaku Ketua Umum Tahta Mataram, secara langsung memimpin dan melakukan penjamasan terhadap dua pusaka agung — Keris Kyai Barik dan Kyai Klono.

Ritual penjamasan ini bukan sekadar upaya merawat secara fisik pusaka warisan leluhur, tetapi juga mengandung makna yang lebih dalam.
Air jamasan menjadi simbol penyucian — bukan hanya bagi pusaka, tetapi juga bagi jiwa dan batin setiap insan yang hadir dan menyaksikannya.
Melalui prosesi ini, Tahta Mataram mengajarkan bahwa sebagaimana pusaka perlu dibersihkan dari karat, demikian pula manusia perlu membersihkan diri dari sifat-sifat yang menggelapkan hati.

Suasana hening, harum dupa yang mengalun lembut, serta lantunan doa-doa leluhur menambah kekhusyukan prosesi penjamasan itu.
Acara ini menjadi pengingat abadi bahwa kesucian bukan sesuatu yang diwariskan, melainkan diperjuangkan dengan ketulusan dan kesadaran diri.

 

Jamasan Pusaka Tahta Mataram
Jamasan Pusaka Tahta Mataram
Jamasan Pusaka Tahta Mataram
Jamasan Pusaka Tahta Mataram
Jamasan Pusaka Tahta Mataram
Jamasan Pusaka Tahta Mataram