Wejangan Bapak Surya Nagapati Tekankan Luhuring Budaya
Pada 24 September 2025, Tahta Mataram kembali menorehkan jejak bersejarah melalui penyelenggaraan Milad Tahta Mataram yang dirangkaikan dengan Tradisi Kirab Pusaka Tahta Mataram. Acara sakral ini berlangsung dengan khidmat, disaksikan para Pendiri, sesepuh, pelatih, serta keluarga besar Tahta Mataram dari berbagai daerah.
Dalam momentum yang penuh makna tersebut, Bapak Surya Nagapati, selaku Pendiri Tahta Mataram, menyampaikan wejangan yang menggetarkan batin para hadirin. Beliau menjabarkan makna dua pusaka penting, Kyai Barik dan Kyai Klono, yang bukan hanya simbol kekuatan, tetapi juga cermin dari perjalanan jiwa, keteguhan, serta laku budi seorang ksatria.
Beliau menegaskan bahwa pusaka bukan sekadar benda warisan, melainkan pengingat tentang jati diri, tentang darimana seseorang berasal dan kemana seharusnya melangkah. Dalam pesan utamanya, beliau mengajak seluruh Saudaratm untuk terus nguri-uri budaya, menjaga, merawat, dan melestarikan nilai-nilai luhur yang telah menjadi napas Tahta Mataram sejak pertama kali berdiri.
Di akhir wejangan, Bapak Surya Nagapati menutup dengan petuah yang menjadi pegangan bersama:
“Arum kuncaraning bangsa dumunung haneng luhuring budaya.”
(Bahwa sejatinya kehormatan sebuah bangsa dan negara terletak pada tingginya kebudayaan bangsa itu sendiri)





