Ki Patut Panawangan – Perjalanan spiritual saya bermula ketika diajak berlatih oleh tetangga saya, Ki Rukma — sosok yang hingga kini masih aktif mendampingi saya dalam laku spiritual, dari tahap awal (sabuk polos) hingga mencapai tingkat Mori Putih. Salah satu pengalaman yang sangat membekas adalah ketika saya diminta membantu seorang tetangga yang mengalami kesurupan selama berjam-jam. Dengan niat tulus, saya pun membantu semampu saya. Syukur alhamdulillah, tetangga tersebut akhirnya sadar. Keluarga saya pun terkejut ketika mendengar bahwa saya mampu menangani kondisi tersebut.
Seiring perjalanan latihan, saya pun naik tingkat hingga mencapai sabuk Hitam Muda. Saat hendak naik ke tingkat sabuk Hitam Polos, saya dan Ki Rukma memiliki nazar: jika kelak telah menyandang sabuk Hitam, kami akan melakukan perjalanan spiritual menuju puncak Gunung Lawu.
Dengan penuh rasa syukur, nazar tersebut kami jalani dengan lancar. Tak disangka, pendakian pertama itu justru menjadi awal dari kebiasaan yang terus berlanjut hingga kini. Ternyata, mendaki gunung bukan sekadar aktivitas fisik, tetapi juga bagian dari perjalanan batin dan proses pembelajaran spiritual yang mendalam.





