Srawung Tresno Mori Hitam Tahta Mataram Subosukowonosraten
Karanganyar — Sabtu, 24 Januari 2026, Mori Hitam Tahta Mataram Subosukowonosraten kembali menggelar agenda rutin bulanan bertema “Srawung Tresno” yang bertempat di Kantor Sekretariat Tahta Mataram Pusat. Kegiatan ini menjadi ruang temu yang hangat dan penuh keakraban, sekaligus sarana mempererat rasa kebersamaan dan persaudaraan .
Agenda Srawung Tresno yang dilaksanakan secara berkesinambungan ini tidak sekadar menjadi pertemuan rutin, namun juga menjadi ruang untuk saling menyapa, berdiskusi, serta menjaga hubungan batin antaranggota. Suasana kekeluargaan begitu terasa sejak awal hingga akhir kegiatan, mencerminkan nilai-nilai luhur yang senantiasa dijaga dalam perjalanan Mori Hitam Tahta Mataram.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DKP Tahta Mataram Pusat, Ki Sastra Walaka, yang didampingi oleh Ki Kandara Pamuji, Ki Bajra Astagina, Ki Rawi Paristuti, Ki Rukma Kinurung, Ki Jaler Pangestu, Ki Darya Dewari, Ki Patut Panawangan, Ki Banu Waragang, serta Mas Ferdi. Kehadiran jajaran Pengurus Pusat ini memberikan makna tersendiri, sekaligus menjadi bentuk perhatian dan dukungan terhadap kegiatan yang dijalankan oleh Mori Hitam Subosukowonosraten.
Dalam suasana yang cair dan penuh rasa saling menghormati, Srawung Tresno menjadi ajang silaturahmi yang memperkuat ikatan persaudaraan antaranggota. Pada kesempatan tersebut, disampaikan pula pemaparan mengenai program-program Tahta Mataram Pusat, baik yang sedang berjalan maupun rencana ke depan. Pemaparan ini diharapkan dapat menjadi pedoman bersama agar langkah dan gerak organisasi tetap sejalan dari pusat hingga ke wilayah.
Salah satu poin penting yang mengemuka dalam pertemuan ini adalah penekanan akan pentingnya digitalisasi spiritual. Digitalisasi dipandang sebagai ikhtiar untuk mendokumentasikan, menyampaikan, serta menjaga ajaran dan nilai-nilai luhur Tahta Mataram agar tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Namun demikian, digitalisasi tersebut tetap ditekankan untuk berjalan selaras dengan etika, tata nilai, serta ruh budaya adiluhung yang menjadi jati diri Tahta Mataram.
Melalui kegiatan Srawung Tresno yang rutin dilaksanakan setiap bulan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat, tumbuh kesadaran kolektif yang matang, serta terjaga komitmen bersama untuk terus nguri-uri budaya dan spiritualitas dalam bingkai persaudaraan Tahta Mataram. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata upaya menjaga kesinambungan tradisi, sekaligus merawat kebersamaan sebagai pondasi utama organisasi.





